Harga Saham Transcoal Pacific Rp. 110,00 – Rp. 150,00 Per Saham

26 March 2019

Perusahaan jasa pelayaran yang berfokus pada transportasi laut dan logistik batubara yakni PT Transcoal Pacific Tbk siap melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) saham atau 27,27% dari jumlah modal disetor setelah Penawaran Umum (enlarged capital). Lokasi usaha Perseroan berada di Sangatta, Bengalon - Kalimantan Timur serta di Asam-asam – Kalimantan Selatan. Perseroan juga mulai membuka lokasi tujuan ke luar negeri.
 
Manajemen Perseroan telah menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek: PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas. Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk - Dirc Richard Talumewo mengatakan, “Potensi bisnis jasa transportasi dan logistik laut, termasuk angkutan batubara, sangat terbuka lebar. Apalagi cadangan batubara dan hasil tambang lainnya juga masih melimpah di negeri ini sehingga menjadi peluang untuk jasa pengangkutan. Prospek bisnis kami juga ditopang kebutuhan jasa angkutan laut yang semakin banyak, selain dari komoditas batubara.”
 
Richard menambahkan, kebutuhan PLN akan batu bara yang setiap tahun meningkat menjadi kesempatan besar dalam mengembangkan usaha Perseroan. Katalis positif lainnya ialah langkah pemerintah memberi kemudahan dan kesempatan luas bagi usaha angkutan laut, termasuk angkutan batubara lewat Permendag Nomor 82 tahun 2017. “Aturan ini mewajibkan penggunaan kapal nasional untuk pengangkutan eksport batubara. Asas Cabotage [angkutan dalam negeri wajib menggunakan kapal Indonesia] di wilayah hukum RI juga menjadi pendorong bisnis kami”, ungkap Richard di sela-sela Press Conference usai  kegiatan IPO Due Diligence Meeting  & Public Expose / Penawaran Umum Perdana Saham pada Rabu, 30 Mei 2018 di Jakarta. Richard menjelaskan, “Saat ini, bisnis Transcoal Pacific terbagi dalam 3 (tiga) lini utama yakni: pengangkutan batubara atau transshipment coal (loading, underway, discharging/loading into vessel), pengangkutan jarak jauh batubara atau long-hauling coal (loading, underway, dicharging di jetty PLTU), dan pengangkutan minyak atau oil barge (loading jetty, tug boat dan oil barger, disharging jetty)”.
 
Adapun armada kapal yang telah dimiliki Perseroan hingga kini berjumlah 13 kapal tunda dan 12 tongkang, 1 Floating Terminal Station (FTS) serta alat-alat berat penunjang kegiatan operasional lainnya. Sementara itu, Direktur Keuangan Perseroan - Amril menjelaskan, “Untuk kegiatan IPO ini, Perseroan menggunakan laporan keuangan per Desember 2017 sebagai dasar valuasi. Dari sisi kinerja, fundamental Perseroan sangat baik; untuk pendapatan usaha pada tahun 2017 mencapai Rp. 650,38 miliar, naik 15% dari tahun 2016 sebesar Rp. 565,13 miliar dan tahun 2015 sebesar Rp. 337,49 miliar.” Hingga Desember 2017, aset Transcoal mencapai Rp. 844,99 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp. 112,82 miliar atau naik 15% dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 732,17 miliar. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) secara tren juga meningkat. Tahun 2017, EBITDA Transcoal mencapai Rp. 153,30 miliar naik dari tahun 2016 sebesar Rp. 150,43 miliar dan tahun 2015 sebesar Rp. 95,19 miliar. Dari sisi ROE (return on equity) juga masih positif di mana tahun 2017 sebesar 18%. ROA (return on asset) tahun 2017 sebesar 11%.Setelah IPO, Perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen atas laba bersih kepada pemegang saham. Besaran dividen itu yakni sebesar 20% dari laba jika laba bersih mencapai Rp. 100 miliar dan sebesar 25% bila laba bersih di atas Rp. 100 miliar.
 
Pembagian dividen akan dilakukan mulai dari tahun 2019 berdasarkan laba bersih setelah pajak tahun buku 2018, dengan memperhatikan keputusan para pemegang saham dalam RUPS. Sebagai informasi, adapun beberapa klien Transcoal untuk kontrak jasa angkutan batubara dan jasa lainnya adalah PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin Indonesia, PT Petromine Energy Trading, dan PT Petro Storindo Energi.Direktur Investment Banking sekaligus sebagai Lead Underwriter dari PT Investindo Nusantara Sekuritas - Anshy Sutisna memaparkan, “Dana hasil IPO yang dihimpun, seluruhnya akan digunakan calon emiten sebagai modal kerja yang akan digunakan untuk kegiatan operasional.”  Sedangkan kisaran harga saham yang ditawarkan kepada publik antara Rp. 110,00 – Rp. 150,00 per saham.
Rencana Jadwal IPO Transcoal Pacific Tbk adalah sebagai berikut;

 

  • Masa Penawaran Awal: 25 Mei – 31 Mei 2018
  • Perkiraan Tanggal Efektif: 21 Juni 2018
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 25 Juni – 26 Juni 2018
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 28 Juni 2018
  • Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (Refund): 29 Juni 2018
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 29 Juni 2018
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham pada BEI: 2 Juli 2018
Tentang PT Transcoal Pacific Tbk:
 
Perseroan didirikan pada tahun 2007 (memiliki pengalaman selama 11 tahun) dan langsung mendapat klien Arutmin Indonesia, hasil kerja sama dengan PT Dharma Gemilang, untuk pekerjaan transshipment.

Pemegang saham Perseroan saat ini ialah:
PT Karya Permata Insani (30%) dan PT Sari Nusantara Gemilang (70%) dengan ultimate shareholders yakni Abdullah Popo Parulian, Aliyah Sianne Salim, dan Ayu Astrid Maylinda.Tahun 2017, dilakukan peningkatan modal disetor menjadi Rp. 400 miliar dan pengadaan 1 set tug & barge ukuran 300 feet dan pengadaan 1 unit kapal FTS (Floating Terminal Station).

LATEST FROM TRANSCOAL

 

29/03/2019

Rapat Umum Pegang Saham Luar Biasa PT TRANSCOAL PACIFIC Tbk
Baca Selanjutnya
 

29/03/2019

Pemanggilan Rapat Umum Pegang Saham Luar Biasa PT TRANSCOAL PACIFIC Tbk(Perseroan)
Baca Selanjutnya
 

26/03/2019

Harga Saham Transcoal Pacific Rp. 110,00 – Rp. 150,00 Per Saham
Baca Selanjutnya
 

26/03/2019

Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Transcoal Pacific Tbk (Perseroan)
Baca Selanjutnya

X